Sebuah tempat di mana alam dan budaya hidup berdampingan dengan damai dan harmonis.
Didirikan pada tahun 1935 dengan nama awal Kampung Lae Leam, Surung Mersada kini berdiri sebagai desa mandiri penuh makna sejak pemekarannya dari Desa Sukaramai pada 15 April 2003.
Penduduk asli suku Pakpak bermarga Kabeakan hidup dalam semangat luhur Surung Mersada—sebuah filosofi yang berarti kebersamaan hakiki: bersatu dalam keberagaman, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun kedudukan.
Lihat momen berharga, kegiatan masyarakat, dan keindahan alam Desa Surung Mersada.
Beragam potensi sumber daya alam, budaya, dan pariwisata menjadi kekuatan Desa Surung Mersada untuk berkembang.
Lahan sawah subur, kebun kopi, dan tanaman hortikultura unggulan.
Sungai bersih dengan potensi budidaya ikan air tawar.
Adat Pakpak, upacara tradisi, dan destinasi wisata alam.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui tombol di bawah atau kunjungi langsung kantor Desa Surung Mersada.